https://journal-activator.borneokinetic.com/activator/issue/feedJournal Activator2026-08-21T22:51:50+07:00Open Journal Systems<div class="pkpFormGroup__description"><em><strong>Jurnal Physical Activity and Sports Performance</strong>(<strong>ACTIVATOR</strong>)<br /></em></div>https://journal-activator.borneokinetic.com/activator/article/view/142Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi Dan Model Project Based Learning (PJBL) Terhadap Peningkatan Gerak Dasar Lokomotor Siswa SDN 3 Sungai Tiung Banjarbaru2026-08-20T11:36:51+07:00Hegen Dadang Prayogahegendadang-prayoga@uniska-bjm.ac.idMuhammad Irwansyah Abdhimuhammadirwansyahabdhi@gmail.comEdi Rahmadiedirahmadi@gmai.com<p>Gerak dasar lokomotor merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan keterampilan motorik siswa sekolah dasar yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang sistematis dan melibatkan aktivitas gerak secara langsung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran demonstrasi dan model Project Based Learning terhadap peningkatan gerak dasar lokomotor siswa SDN 3 Sungai Tiung Banjarbaru. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Perlakuan diberikan selama enam kali pertemuan. Pengukuran kemampuan lokomotor dilakukan melalui tes lari 20 meter, lompat tanpa awalan, dan zig-zag. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan lari 20 meter dan zig-zag dengan nilai signifikansi masing-masing kurang dari 0,001. Sementara itu, kemampuan lompat tanpa awalan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,433. Diskusi: Peningkatan pada lari dan zig-zag didukung oleh pemberian contoh gerakan secara langsung, praktik berulang, serta keterlibatan siswa dalam proyek pembuatan video gerak lokomotor. Kesimpulan: Metode demonstrasi dan Project Based Learning dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar lokomotor, terutama pada aspek kecepatan dan kelincahan siswa sekolah dasar.</p>2026-08-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal Activator